Rabu, 05 Oktober 2016

Ambisi Tebakan Milkshake

Seorang pemuda bekerja sebagai pelayan kafe milkshake. Dengan celemek merahnya, dia harus keluar masuk daerah dapur untuk menyiapkan pesanan para pelanggan membawa milkshake diatas ta. Sang pemuda tidak memiliki semangat tentang pekerjaannya, pendorong hanya tuntutan biaya. Sang pemuda yang merasa bosan dengan pekerjaannya ingin membuat pekerjaannya lebih menarik. Oleh karena itu, sang pemuda mulai mengembangkan kebiasaan untuk menebak pesanan yang akan diminta oleh para pelanggan yang datang.
Di sebuah kertas catatan kecil yang biasa dibawa, sang pemuda menuliskan pesanan yang akan di utarakan sebelum menghampiri pelanggan. Kebiasaan kecil ini dia lakukan rutin untuk mengikis rasa bosan di hatinya. Tidak jarang dia mendapati prediksinya salah, namun  jika, jawaban tebakan benar, maka akan terbentuk senyum di wajah sang pemuda yang bosan. Sang pemuda ketagihan akan rasa kemenangan kecil yang dia dapatkan dari tantangannya.
Semakin sering dia mencoba menebak pilihan pelanggan, sang pemuda makin mengerti rumitnya para pelanggan yang datang. Detil detil kecil seperti pakaian, cuaca, dan ekspressi yang dtunjukan para pelanggan saat memasuki ruangan adalah petunjuknya. Dalam pikiran sang pemuda dia berpikir bahwa tanpa mengerti cerita mereka, tidak mungkin mengerti pesanan yang akan mereka beri.
Wanita tua, anak muda, pria kantor, semua orang yang memasuki kafe memiliki rasa yang mereka inginkan.  Strawberry, coklat, oreo, Taro, dan beragam rasa milkshake lainnya hanya akan cocok dengan satu mood di saat itu.
Seiring waktu, kebahagiaan selalu tampak di atas wajah sang pemuda karena hamper semua tebakannya benar. Namun, para pelanggan tidak mendapatkan kebahagiaan itu karena  meski milkshake yang disajikan benar rasanya, namun masih belum diolah dan dimasak dengan benar.  Dari ego kecilnya yang menginginkan kemenangan sempurna atas dirinya sendiri, dan tumbuh rasa ingin membahagiakan pelanggannya lewat milkshake yang sudah dia tebak dengan benar.
Sang pemuda belajar tentang milkshake, disamping itu mengenal pelanggannya lebih dalam. Rasa bosan sang pemuda sekarang mulai luntur dengan munculnya tantangan baru dari sebuah kebiasaan kecil yang dia buat secara spontan. Sekarang, sang pemuda memiliki mimpi untuk membangun kafe milkshake surprise miliknya sendiri. Didalam bayangannya terlihat sebuah kafe kecil dimana dia akan menyediakan milkshake special  berbeda bagi tiap pelanggan yang datang ke kafenya.
Milkshake yang sang pemuda sajikan perlahan semakin enak dan menyejukan, seiring dengan kemampuan sang pemuda mengerti pelanggannya. Cinta yang dia berikan kepada pelanggannya tampak dari perhatian yang diberikan sang pemuda lewat milkshake yang dia buat. Semakin mahir sang pemuda dalam membuat milkshake, semakin paham bahwa dia cinta milkshake dan pekerjaannya. Sekarang tiap gelas yang disajikan sang pemuda memiliki susu, es krim, rasa, serta topping yang melengkapi pelanggannya diatas kelembutan busa susu dan ketulusan pelayanan sang pemuda.

ini adalah saya nyoba nulis flash fiction, sebuah tulisan ringkas kaya cerpen namun pendek berkisar antara 100-750 kata. 

dan sang pemuda dalam cerita ini dapat inspirasi dari temen kuliah dan partner praktikum ku hendra kurniawan. si playboy.