Kamis, 15 Desember 2016

No more Cash, No Cry.




Pernahkah anda merasa membawa uang, dan mencoba makan di sebuah tempat makan, dan pada saat membayar, anda menghitung uang anda dan ternyata kurang. Rasanya pasti malu dan bingung banget kan? Padahal anda yakin uang anda cukup sebelumnya, entah anda salah hitung atau uang anda terjatuh rasa malu udah terlanjur anda dapatkan.
Kasus itu hanyalah sedikit contoh masalah yang paling sederhana yang dapat kita jumpai saat bertransaksi tunai dengan cash. Berbagai masalah lain dari transaksi tunai yang lebih penting adalah tentang kemudahan transaksi dan keamanan. Masyarakat sekarang harus mulai membiasakan diri bertransaksi dengan instrumen nontunai dan menjadi masyarakat yang ikut meramaikan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) sebagai Less Cash Society (LCS).

Dari awalnya saja untuk memproduksi uang tunai, biaya produksi dan bahan baku yang dikorbankan lebih besar daripada transaksi nontunai. Untuk mencetak uang tunai dan logam dibutuhkan beragam jenis material, pada nontunai uang produksi tidak diperlukan sama sekali. Bentuk instrument nontunai yang tidak memiliki fisik ini merupakan sebuah kelebihan yang tak bisa dipungkiri lagi. Tidak perlu kita harus membawa berlembar lembar uang kertas atau bahkan berkilo kilo uang logam untuk membeli sebuah barang.
Cukup dengan menggunakan instrument nontunai seperti sebuah kartu yang kecil atau akses lewat smartphone, kita bisa dengan lebih mudah bertransaksi dimanapun dan kapanpun kita mau. Kemajuan teknologi memungkinkan kita untuk menyimpan atau mengelola uang serta dapat melakukan transaksi keuangan dasar seperti pembukaan rekening uang elektronik, setor tunai, tarik tunai hingga secara nontunai seperti pembayaran dan transfer dengan lebih praktis.
Perkembangan teknologi juga mendukung eksistensi instrument non tunai di masa depan. Hal ini didukung fakta Indonesia pada khususnya sudah mulai menumbuhkan bisnis bisnis startup berbasis digital dan e-commerce. Dimana  transaksi dilakukan lewat media internet dan elektronik yang terintegrasikan. Selain lebih mudah tracking dan pencatatan transaksi otomatis yang dilakukan dapat dilakukan dengan lebih mudah. Hal ini diharapkan dapat menyebabkan pengendalian keuangan yang lebih baik di Masyarakat.
Dalam membiasakan masyarakat menggunakan instrument non tunai banyak jenis promo yang di tawarkan berbagai pihak. Di harapkan transaksi non tunai yang meningkat akan meningkatkan sirkulasi uang dalam perekonomian (velocity of money). Dengan memanfaatkan hal ini ada banyak kesempatan yang bisa kita manfaatkan.
Dengan segala keuntungan dan perkembangan teknologi yang ada, saya kira sudah waktunya kita berubah ke trend transaksi yang lebih baik, dengan meramaikan Gerakan Nasional Non Tunai. I Am #LessCashSociety, are you ready to be a part of Less Cash Society?