Minggu, 29 Januari 2017

Pop Ice Menemani Perjalananku


Siang hari yang panas di sinari terik matahari ini membangkitkan memori ku lagi. Rasanya gerah banget badan ini mengingatkanku pada saat aku harus jalan kaki pulang sekolah saat SMP dulu. Berjalan lebih dari 3 kilo untuk pulang sekitar jam 1-2 siang hari dengan berbekal topi saja.


Rasanya perjalanan dari gerbang sekolah menuju rumah itu seperti pergi mengembara di padang pasir membawa tas sekolahan. Tentu tiap dalam perjalanan pulang aku selalu mencari minuman yang dapat menyegarkan badan di perjalanan ini. Tapia apa daya, namanya anak SMP yang cuma berbekal sangu 2.000 -  3.000 rupiah saja tidak banyak yang bisa saya beli.
 

Untungnya nih, meski kantong kempis dalam perjalanan saya ada sebuah SD yang kantinnya menjual minuman dengan murah. Sudah panas panas keringatan jalan kaki, tentunya Cuma satu pilihan paling seger yang bisa didapat dengan sisa jajan seadanya itu ya Cuma Pop Ice. Memang Pop Ice Idolaku, bermodal 1000 rupiah aja bisa dapat minuman dingiiin sensasi es berbagai rasa untuk nemenin setengah jalan balik.




Pas jaman SMP dulu sih emang dunia lebih sederhana, Pop Ice merupakan jajanan yang amat bersahabat. Pas Kuliah ketemu lagi nih sama Pop Ice, tapi kali ini pop Ice sudah jadi milkshake favorit mahasiswa. Pop ice disajikan dengan berbagai macam topping dan bahan komplemen, bahkan tak jarang ada di menu kafe dan warung warung untuk menemani kita makan. Harganya pun jauh lebih terjangkau daripada minuman minuman kafe yang lain, Faktor ini yang menjadikan pop ice sebagai salah satu minuman favorit sepanjang masa, terutama bagi mahasiswa yang kantongnya terbatas hehe.




Sekarang, saya masih suka sama yang namanya pop ice. Terutama yang rasanya stroberi dan coklat. Rasa manisnya yang disajikan dengan es bener bener memberikan rasa segar pada raga dan hati yang bosan di rumah. Saya sendiri kalau membuat pop ice selalu ingin menyajikan dengan cara yang terbaik supaya bisa dinikmati dengan maksimal.
Demi menyajikan pop ice saya sudah ready topping coklat, susu kental, dan ceres di dalam kulkas. Es batu selalu kami ready stock dan berhubung di rumah sekarang punya blender, saya selalu menggunakannya untuk membuat popice. Dengan es yang halus itu pop ice makin terasa enak dan manisnya di tenggorokan.

Sebelum saya minum saya atur rapi topping dan hias dengan susu plus ceres. Supaya gak kalah dengan yang disajikan di tempat makan saya juga kasih sedotan.



Hmmmm….rasa coklat atau yang stroberri ya. Dua duanya enak, apalagi diminum pas lagi dingin dingin. Memang Pop Ice Idolaku, Milkshake favorit yang mudah dibuat dan rasa kelas atas.

Habis nulis ini malah jadi pingin minum pop ice lagi hehe