Jumat, 26 Mei 2017

Bulan Ramadhan dan Pesan Damai untuk Dunia




Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh kebahagiaan yang kehadirannya selalu dinantikan semua muslim di dunia setiap tahunnya.
Salah satu keistimewaan Bulan Ramadhan sendiri telah disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
Bulan Ramadhan adalah bulan bulan diturunkannya Al Qur’an. Al Quran adalah petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (QS. Al Baqarah: 185)

Ramadhan sendiri berasal dari kata ‘ar ramdhu’ yang artinya sangat panas atau membakar. Arti ini dapat dimaknai bahwa Ramadhan adalah bulan yang membakar dosa dosa, atau dapa dikatakan sebagai bulan pengampunan. 

Pengampunan ini tentunya tidaklah mudah, sesuai namanya jalur yang harus dilalui untuk mendapatkan penghapusan dosa itu sangat panas. Para umat muslim dituntut untuk melaksanakan ibadah puasa dan menahan diri dari segala macam hal buruk yang ada di dunia ini. Perjuangan menahan diri yang dilakukan sepanjang hari selama satu bulan diharapkan dapat membentuk pribadi yang lebih sabar dan lebih  baik dari saat sebelum puasa dilakukan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Beragam keistimewaan yang dibawa bulan Ramadhan tidak hanya dirasakan oleh umat muslim, namun semua orang dapat merasakan keistimewaannya. Di Indonesia sendiri, bulan Ramadhan sangat identik dengan beragam hal seperti Panggilan saur dan berbuka yang berkumandang di tiap penjuru, Pasar Ramadhan yang berdiri dengan jajanan uniknya, Broadcast SMS selamat puasa dan idul fitri, Sholat Tarawih dan Takbiran, serta kegiatan mudik menjelang idul fitri.

Memang kegiatan yang dilakukan sekilas terlihat sederhana, kegiatan seperti berjalan kaki beramai ramai ke masjid, sholat tarawih yang panjang dan khusuk, menikmati rasa makanan saat berbuka setelah menahan lapar sepanjang hari, apalagi setelah di bombardir beragam iklan menggiurkan di televisi. Namun rasa kesederhanaan yang telah kita rasakan berkali kali, dan diri yang karena terbiasa kita akan mulai merindukan hal hal tersebut, bahkan ketika bulan Ramadhan selesai. Rasa lapar dan susah payah kita yang kita lewati kian panasnya disiram dengan berkah yang kita dapatkan ketika kita menyerukan kemenangan saat malam takbiran. Belum lagi senangnya hati ini saat menjalankan sholat iedul fitri yang jauh lebih sedikit rakaatnya namun penuh takbir dan penuh makna setelah 30 hari kita menahan diri berpuasa.

Di Bulan Ramadhan rasa damai yang sering di kumandangkan saat ceramah di masjid benar benar terasa. Umat muslim benar benar berlomba lomba menuju kebaikan secara berjamaah. Umat islam akan semakin memahami arti menjadi seorang muslim lewat kuliah pendek yang disajikan setiap berbuka dan sholat. Kesadaran sebagai muslim yang tumbuh ini akan membawa diri untuk lebih mudah berbagi kebahagiaan kepada sesama. Kebahagiaan yang didapat umat muslim pada bulan Ramadhan ini harus disebarkan kepada dunia. Di Bulan ini akan banyak orang yang tak segan untuk bersedekah, makin murah senyum, dan berbaik hati kepada orang lain.

Mendekati bulan Ramadhan kali ini malah ada kasus terror yang membawa bawa nama islam. Saya pribadi cukup sedih dan mengutuk adanya beragam kasus terror yang terjadi menyambut bulan ramadhan, seperti bom konser Ariana grande di Manchester, dan Kampung Melayu Jakarta. Padahal hal hal tersebut benar benar tidak sesuai dengan ajaran Islam. Dalam berpuasa saja, muslim diajarkan damai dan untuk mampu menahan diri serta berbagi dengan orang lain.

Saya berharap datangnya bulan ramadhan ini akan menjadi momentum bagi seluruh umat muslim di dunia untuk membawa nama damai kembali ke Islam. Saya ingin dunia merasakan damai yang islam bawa bukan hanya umat muslim. Saya ingin lewat damai Ramadhan, Islam dikenal bukan sebagai pembawa terror namun pembawa damai ke dunia, bahwa islam bukan agama yang marah namun agama yang ramah, Islam bukanlah agama yang mengejek namun agama yang mengajak, dan Islam bukanlah agama yang memukul namun agama yang merangkul.

Beragam hal unik yang datang di bulan Ramadhan membuatnya begitu dirindukan untuk kembali. Namun, kita semua tidak memiliki Jaminan untuk bisa mendapatkan bulan Ramadhan lagi tahun depan. Oleh karena itu, marilah kita semua memanfaatkan suasana bulan Ramadhan yang penuh berkah ini sebaik baiknya dan beramal sebanyak banyaknya.  Kepada Saudara Saudaraku yang Muslim saya ingin mengucapkan 

“Selamat Menyambut Ramdhan 1438H, Mohon Maaf Lahir dan Batin”

#artiramadhan