Sabtu, 26 Mei 2018

NgabubuHitz bareng HiVi!



Jum’at (25/5) kemarin saya datang mewakili komunitas Kelas Inspirasi Balikpapan dalam acara berbuka puasa Ngabubuhitz Telkomsel bersama anak santri. Acara ini digelar perusahaan operator telekomunikasi seluler berwarna merah di Hotel Grand Jatra , sebuah hotel besar di daerah Balikpapan yang terletak di Kawasan perbelanjaan Balikpapan Super Block (BSB). Karena saya berangkat sendirian, Saya pergi menggunakan sepeda motor dari rumah menerobos lalu lintas yang padat oleh orang yang berlalu Lalang mencari kudapan berbuka puasa.


Menyalip kanan dan kiri di tiap tiap celah, perlahan namun pasti saya sampai di lokasi acara di Kawasan BSB jam empat lewat. Saya langsung segera memasukan motor ke area parkir dan terburu buru menuju ke hotel karena takut terlambat. Sudah cukup lama rasanya saya tidak main ke hotel ini lagi, saya tahu saya harus langsung bertanya kepada resepsionis dimana acara “Ngabubuhitz” diadakan. Saya langsung mengikuti arahan untukn ke lantai sepuluh melalui lift yang ada di lobby hotel.


Pintu lift terbuka dan saya disambut alunan lagu dari grup band HiVi yang menemani kerumunan orang orang yang berkeliaran di area lobby aula di depan lift dan beberapa stand yang menjual produk produk makanan serta telkomsel. Setelah saya perhatikan ternyata para stand stand yang berdiri hanya menjual produk mereka, jika dengan menggunakan t-cash sebagai metode pembayaran. Karena masih puasa pun saya tidak begitu berminat dan segera mencari meja registrasi di depan pintu, yang ternyata bukanlah meja registrasi tamu melainkan registrasi peserta lomba, alhasil saya langsung saja mempersilahkan diri masuk ke dalam aula.



Alunan lagu didalam ruangan aula semakin kencang dan suasana semakin meriah. Saya melihat banyak sekali para santri dan santriwati yang duduk memanjang ke belakang, lalu disusul peserta umum yang berdiri lebih jauh dibelakang. Saya tahu bahwa saya bukanlah satu satunya perwakilan komunitas yang di undang ke acara ini, makanya saya santai saja berangkat sendiri karena nanti pasti akan ketemu teman teman dari komunitas lain. Dan benar saja, saya disini bertemu Roti dan Nella dari komunitas Cakep Balikpapan, Dhika dari 1000 guru Balikpapan, Mba Errie dari komunitas berbagi terang dan Lia, Gilang, Heri yang bekerja di Telkomsel. Saya sih makin senang karena tidak sendirian lagi dan bisa jadi lebih semangat meski masih sakit flu.


Dari konser ini saya lebih dapat menikmati lagu lagu dari HiVi. Hanya, ada satu kejanggalan yang menurut saya yakni mereka melantunkan lagu pop romantic di tengah tengah anak anak santri di suasana Ramadhan dalam menunggu berbuka. Di bagian baris anak anak lelaki sedikit sekali ada suara, dan gerakan yang bersinergi dengan penyanyi, hal yang sungguh berbeda ketika saya mengalihkan perhatian ke bagian anak anak wanita, terutama pada bagian penonton umum yang wanita. Mereka bernyanyi sembari melambaikan tangan mereka di atas, di bagian penonton sendiri ada yang menyanyi dengan meneriakan suaranya, ada yang mengeluarkan handphone untuk merekam dan memotret, serta ada yang malah menyempatkan diri merekam diri menyanyi padahal didepan ada penyanyi aslinya.


Pokoknya acara ini meriah banget saat HiVi bernyanyi, dan ketika mereka sudah melantunkan lagu terakhir banyak orang mulai meninggalkan lokasi. Beberapa orang dapat kesempatan foto bareng bersama HiVi, sayapun ikutan namun hanya disatu foto terakhir dan itupun di kamera orang yang tidak saya kenal. Setelah itu, untuk mengisi waktu yang sudah mendekati maghrib dan waktu berbuka ada seorang ustadz yang mengisi tausyiah di panggung. Namun, banyak anak anak sudah tidak fokus lagi karena sudah memegang kotakan dan melihat makanan didepan mereka.

Untuk para tamu undangan dan komunitas kami sempat diberikan air putih botol untuk takjil berbuka, namun saya sedikit kecewa karena tidak mendapatkan makanan disana. Setelah bertanya tanya, ternyata komunitas dipersilahkan pergi ke lantai delapan untuk makan di tempat sendiri. Saya dan beberapa temen turun ke lantai delapan hanya untuk melihat masih banyak anak anak santri ramai berkeliaran dan tidak ada arahan jelas kemana kami harus pergi. Saya pun bergabung dengan mba errie, mba chia, dan cak budi untuk pergi meninggalkan hotel untuk ke Kawasan perbelanjaan untuk berbuka puasa di salah satu restoran di sana.

Kami memutuskan pergi karena area aula hotel terlihat terlalu penuh oleh anak anak, dan sebenarnya berbahaya. Lokasi acata terletak di lantai sepuluh yang rawan jika konstruksi buruk, jikalau baikpun keadaan yang terlalu penuh akan  membahayakan dari segi kadar oksigen, suhu, serta evakuasi jika kebakaran. Bayangkan apa yang terjadi jika terjadi kebakaran, lalu ribuan anak anak yang bergerombol berebut lewat satu pintu darurat. Dinilai dari situ, kami memutuskan untuk jalan jalan keluar saja. Restoran apa yang kami datangi dan bagaimana menu yang kami santap itu akan dibahas di artikel lain ya.


Terlepas dari masalah yang saya sebutkan, saya rasa anak anak yang datang senang dengan adanya acara ini, dan saya sendiri merasa cukup terhibur karena sudah bisa mendengarkan, difoto, dan memfoto HiVi secara langsung. Benar benar salah satu pengalaman berbuka yang paling asyik.